Bagaimana Cara Move On?
Kamu yang merasakan. Bukan si A,B, atau C
Saat sendiri yang merasakan.
Semua
orang bisa saja tersenyum dan semua orang juga bisa untuk bersedih. Senyum tidak
selamanya tentang seseorang yang lagi bahagia atau hatinya lagi baik-baik saja
tapi bisa jadi karena ingin menutupi rasa sakit yang sedang menimpanya.
Sering
dibilang “ah kamu sok kuat”, “kamu sedih kan?”,”kamu pasti sakit?”
Mungkin
didepan ribuan orang kamu harus menyembunyikan perasaan tersebut karena ingin
dilihat kalau kamu baik-baik saja.
Tapi,
jangan takut untuk menangis karena semua orang tidak tau apa yang sebenarnya
terjadi dalam dirimu.
Orang
lain memang sebagai penilai tapi kamu yang memiliki kemampuan untuk action di depan banyak orang.
Hal
yang membuat sedih juga harus bisa dipertimbangkan. Apakah pantas untuk di
tangisi atau tidak?
Kalau
yang menyebabkan kamu menangis adalah “dia”, tanyakan apa salahmu dan bicarakan
baik-baik. Namun, kalau “dia” membuatmu menangis karena sudah ada perempuan
lain yang lagi dibuat ketawa sama “dia”.
Silahkan
pikir kembali.
Ketika
kondisi kayak gitu banyak yang bilang
“cowok
gak cuman satu di dunia ini”
“move on lah”
“kamu
ni bodok atau apa sih, udah disakitin tapi masih saja bertahan”
Biarkan
aja semua orang bilang kayak gitu. Jawab aja “iya”. Singkat dan tak usah memperbanyak
kosa kata karena semuanya berkaitan dengan perasaanmu.
Kamu
yang menjalani dan kamu yang menentukan akan ke arah mana kaki akan berpijak. Hanya
memilih meninggalkan atau bertahan.-
RAA-
Yogyakarta, 21 Januari 2020
Komentar
Posting Komentar