Bagaimana Tipe-Tipe Orang-Orang yang Sulit Diatur Itu?- Part 1

Part 1:
      Orang-orang yang hidup disekeliling kita memiliki kepribadian yang berbeda-beda dan begitu pun dengan kita sendiri. Ada delapan tipe kepribadian orang-orang yang sulit diatur dan telah diteliti oleh para ahli psikologi dunia. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa delapan tipe kepribadian itu melekat erat pada orang-orang yang sulit diatur di dalam kesehariannya. Delapan tipe kepribadian tersebut yaitu:
1. Tipe pembantah
    Tipe pembantah biasanya lebih sering ditemukan dalam diri seseorang yang sulit di atur dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Hal yang menyebabkan tipe ini ada karena pola pikir yang tidak ingin dikalahkan oleh siapa pun dalam memandang sistem nilai, persepsi atau cara berpikir dan bersikap, sehingga seiring berjalannya waktu dapat membentuk tipe pembantah tersebut. Orang-orang dengan tipe seperti ini paling banyak kita jumpai di bangku sekolah. Dibangku sekolah dulu mungkin anda pernah merasakan hal seperti ini atau bahkan hingga saat ini anda beranjak dewasa. Kebanyakan tipe-tipe seperti ini tumbuh di lingkungan sekolah lebih banyak daripada diluar sekolah.       Ada beberapa faktor yang menyebabkan diantaranya reaksi frustasi di dalam diri, adanya gangguan perasaan yang muncul terhadap lawan jenis, gangguan kecemasan karena adanya ketakutan dalam diri, kurangnya kasih sayang dan tidak adanya dukungan orang tua yang didapatkan atau bahkan rasa pelampiasan yang sangat menggebu-gebu. Namun, tipe pembantah ini ada juga yang tumbuh diluar sekolah yaitu karena faktor lingkungan dan pertemanannya. Orang-orang dengan tipe seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, entah itu laki-laki atau perempuan, tua atau muda, atau orang besar maupun orang kecil dan lain sebagainya. Orang-orang yang memiliki tipe ini sering membuat orang lain merasa jengkel karena sikap pembantah tersebut. Orang dengan tipe ini biasanya melakukan hal-hal yang membuat mereka bahagia meskipun orang lain harus dirugikannya. Mereka akan membuat diri mereka sebagai orang yang menyenangkan dimasyarakat sehingga orang lain akan terkejut dengan sikap mereka tersebut. Orang-orang seperti ini jika berada dilingkungan kerja akan menghambat produktivitas kerja dikarenakan mereka tidak punya konsekuensi dan menganggap apa yang mereka lakukan itu benar.

2. Tipe fanatik tinggi
        Orang-orang yang termasuk dalam tipe kepribadian ini biasanya menganggap diri mereka paling benar, paling pintar atau bahkan baik dalam segala hal. Tipe seperti ini mungkin banyak kita jumpai disekeliling kita. Iya kan? ayo jujur. HAHAHA. Mereka yang memiliki tipe ini biasanya merasa lebih karena terlihat mampu dalam sebuah hal yang orang lain tidak mengetahui hal tersebut sehingga mereka menganggap mereka paling di atas dari segalanya. Hal itu membuat mereka fanatik dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya tersebut. Fanatik yang dimaksud ialah suatu keyakinan yang sangat kuat dalam diri individu dan kurang memperhatikan perasaan orang lain, sehingga tidak mau menerima apa yang di katakan oleh orang lain yang sifatnya membangun. 
        Sikap fanatik ini bisa menjadikan seseorang menimbulkan perilaku agresif terhadap orang lain dan mengalami deindividualis untuk lebih tidak terkontrol perilakunya. Sikap fanatik dapat mendorong orang yang sulit di atur untuk berperilaku ageresi atau memberontak kepada orang-orang yang dirasa berlawanan dengannya. Mereka dalam berperilaku lebih kurang memahami kesadaran sehingga sering kali perilakunya kurang terkontrol dan tidak rasional. 
         Orang-orang seperti ini terkadang tidak jujur dan biasanya lugu. Namun, lugunya orang seperti ini menyimpan sifat yang mudah tersinggung seperti saat berada di depan umum dirinya merasa bahwa sedang dibicarakan oleh orang lain. Disaat mereka memberikan pujian, akan terkesan palsu dihadapan orang lain karena wajah mereka tidak bisa menipu bahwa merekalah yang paling pintar, paling ahli dalam segala hal ataupun merasa paling pandai. Selain itu, mereka yang memiliki fanatik tinggi akan takut saat berbuat salah dan khawatir jika nanti mereka akan ditertawakan.

3. Tipe sulit adaptasi
      Orang-orang yang sulit diatur biasanya karena sulitnya mereka dalam beradaptasi. Misalnya ketika masuk sekolah, perguruan tinggi atau perusahaan mereka akan merasa asing dengan lingkungannya. Hal tersebut menyebabkan mereka membuat kesalahan dan juga menjadikan mereka sulit untuk diatur seperti mematuhi peraturan yang ada atau melakukan pekerjaan yang benar. Melalui hal tersebut mereka akan banyak melakukan hal-hal yang menurut mereka baik.
      Tapi, pada dasarnya tipe sulit beradaptasi ini pada kenyataannya mereka sangatlah butuh adaptasi. Mereka sangat butuh ruang untuk beradaptasi. Oleh sebab itu, jika kalian bertemu dengan orang-orang seperti ini maka berikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara atau menyampaikan apapun yang ada dipikirannya. Orang-orang seperti ini butuh orang lain untuk bisa membimbingnya dan mengarahkan kearah yang benar dan lebih baik. 

4. Tipe batu/keras pendirian
        Orang-orang yang sulit di atur memiliki kepribadian yang batu atau lebih dikenal dengan keras kepala. Mereka akan bertindak seenak mereka terhadap orang lain sehingga merasa dirinya paling tahu dibandingkan orang lain. Bisa di ibaratkan bahwa orang-orang dengan ditipe ini seperti daging yang awalnya lembek dan ketika dimasukkan kedalam freezer menjadi keras dan beku. Seperti perasaan manusia yang awalnya lembut dan ketika dipengaruhi oleh lingkungan atau karena masalah yang datang secara terus menerus sehingga menjadikan dirinya egois, acuh tak acuh dan mudah saja tersinggung. Mereka ketika ditimpa masalah akan tidak sabar dalam menjalaninya dan memilih untuk menyelesaikan dengan cara yang tidak baik. Padahal tanpa mereka sadari masalah tersebut memberikan pelajaran kepada mereka untuk menjadi orang yang lebih dewasa dalam menjalani kehidupan. 
        Salah satu cara mengukur kualitas hidup manusia adalah bagaimana sikap mereka dalam menghadapi masalah. Cara ini jika diterapkan pada orang-orang yang sulit diatur dengan tipe kepribadian ini akan memiliki kemungkinan yang besar bahwa cara ini tidak akan masuk dalam dirinya. Hal ini disebabkan mereka tidak ingin bersabar dan keras pada pendirian yang benar menurut mereka sendiri. Dalam kehidupan nyata yang sering kita jumpai orang-orang dengan tipe ini biasanya bertindak sok penting sendiri, tidak ramah terhadap lingkungan, tidak sabaran, tidak mempedulikan aturan yang berlaku dan bertindak di luar kebiasaan. Jika tidak dihilangkan dalam diri seseorang maka secara perlahan akan merasa terkucilkan dilingkungan masyarakat. Mereka bertindak seperti itu bukan berarti paling pintar, kreatif dalam segala hal atau ahli di bidang-bidang tertentu. Tetapi, mereka menganggap diri sendiri yang paling hebat dan tidak mau menerima kemampuan yang dimiliki oleh orang lain.

selanjutnya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Virus Corona Heboh, Karena Dapat Merenggut Nyawa Seseorang! Apa yang harus kita lakukan?

Kata-Kata Tentang Masa Lalu : Mengingat Dulu

Pengertian Biopsikologi, Psikologi dan Divisi Biopsikologi